Tuesday, 13 October 2015

# Softskill Tugas Psikologi Manajemen

Mempengaruhi Perilaku

Disusun Oleh
Kelompok ANGGREK

Ahmad Dedy S. (10513404)
Aprillia Lentera W. (19513928)
Gipthasari A. P (13513745)
Reynaldo Cesar (17513484)
Siti Aufaa Ni’matin (18513527)
Vanya Anugrahayu (17512549)


Kelas : 3PA02




BAB I
PENDAHULUAN
    A. Latar Belakang
Latar belakang dari pembuatan tugas ini adalah untuk mengetahui tingkah laku dan yang mempengaruhinya, dan untuk memahami bagaimana mempengaruhi orang lain.
Perilaku yang akan menjadi kunci perubahan di masyarakat adalah sikap yang mampu melalui berbagai benturan dengan gemilang dengan adanya kepercayaan diri tanpa batas, dan tekad terus. Perubahan masyarakat akan berimplikasi terhadap perubahan individu, karena di dalamnya ada interaksi sebagai kontrol sosial yang dapat mendidik manusia.

   B.   Rumusan Masalah
1.)    Apa yang di maksud dengan definisi pengaruh ?
2.)    Apa saja kunci-kunci perubahan perilaku ?
3.)    Bagaimana cara mempengaruhi orang lain
4.)    Apa itu wewenang ?

    C. Tujuan
1.)    Untuk memahami arti dari perubahan perilaku
2.)    Untuk mengetahui apakah definisi pengaruh
3.)    Untuk menjelaskan bagaimana mempengaruhi orang lain
4.)    Dan untuk mengetahui apa yang di maksud dengan wewenang

  

BAB II
PEMBAHASAN
    A. Definisi Pengaruh
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi kedua (1997:747), kata pengaruh yakni “daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang atau benda)yang ikut membentuk watak kepercayaan dan perbuatan seseorang”.

Pengaruh adalah “daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang atau benda) yang ikut membentuk watak kepercayaan dan perbuatan seseorang” (Depdikbud, 2001:845).

WJS.Poerwardaminta berpendapat bahwa pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu, baik orang maupun benda dan sebagainya yang berkuasa atau yang berkekuatan dan berpengaruh terhadap orang lain (Poerwardaminta:731).

Bila ditinjau dari pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa pengaruh adalah sebagai suatu daya yang ada atau timbul dari suatu hal yang memiliki akibat atau hasil dan dampak yang ada.

    B.  Kunci-kunci Perubahan Perilaku
Secara definisi, perubahan merupakan peralihan kondisi yang tadinya buruk, menjadi baik. Masyarakat yang berubah adalah masyarakat yang terdiri dari satu individu kepribadian (personality) baik. Personality tidak dibentuk dari performance dan style seseorang, melainkan dari adannya daya intelektual dan perbuatan.
Oleh karena itu, kunci perubahan masyarakat adalah membentuk daya intelektual dan perbuatan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, sehingga terjadilah perubahan perilaku yang secara otomatis diikuti dengan perubahan masyarakat. Maka, persoalan kemiskinan bisa berubah jika terjadi perubahan perilaku di dalam masyarakat.

Perilaku yang akan menjadi kunci perubahan di masyarakat adalah sikap yang mampu melalui berbagai benturan dengan gemilang dengan adanya kepercayaan diri tanpa batas, dan tekad terus. Perubahan masyarakat akan berimplikasi terhadap perubahan individu, karena di dalamnya ada interaksi sebagai kontrol sosial yang dapat mendidik manusia.

Perilaku adalah respon individu terhadap suatu stimulus atau suatu tindakan yang dapat diamati dan mempunyai frekuensi spesifik, durasi dan tujuan baik disadari maupun tidak  dan ada nya Keadaan yang buruk atau rusak merupakan persoalan yang sangat mempengaruhi masyarakat dalam segala aspek kehidupan sekaligus mengganggu segala bentuk aktivitas yang ada di masyarakat. Kemiskinan merupakan kondisi buruk dan satu-satunya persoalan yang sistemik. Karena, kemiskinan menjadikan munculnya perilaku kriminal yang tentu saja buruk. Sehingga perlu ada solusi sebagai bentuk perubahan masyarakat dari kondisi miskin yang tidak berdaya, menjadi berdaya. Dalam hal ini mereka akan memiliki potensi kritis dan gerak yang dapat menanggulangi segala bentuk persoalan kemiskinan.

Masyarakat adalah kumpulan individu-individu yang saling berinteraksi dan memiliki komponen perubahan yang dapat mengikat satu individu dengan individu lain dengan perilakunya. Sedangkan perubahan merupakan peralihan kondisi yang tadinya buruk, menjadi baik. Masyarakat yang berubah adalah masyarakat yang terdiri dari individu berkepribadian (personality) baik. Personality tidak dibentuk dari performance dan style seseorang, melainkan dari adanya daya intelektual dan perbuatan. Selanjutnya, tidak hanya membentuk saja, tapi juga disertai upaya menjadikan personality tersebut berkualitas.

Oleh karena itu, kunci perubahan masyarakat adalah membentuk daya intelektual dan perbuatan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, sehingga terjadilah perubahan perilaku yang secara otomatis diikuti dengan perubahan masyarakat. Maka, persoalan kemiskinan bisa berubah jika terjadi perubahan perilaku di dalam masyarakat.

     C.  Bagaimana Cara Mempengaruhi Orang Lain
Menurut  Burgon & Huffner (2002), terdapat beberapa pendekatan yang dapat dilakukan agar komunikasi persuasi menjadi lebih efektif. Maksudnya lebih efektif yaitu agar lebih berkesan dalam mempengaruhi orang lain. Beberapa pendekatan itu antaranya;
  1. Pendekatan berdasarkan bukti, yaitu mengungkapkan data atau fakta yang terjadi sebagai bukti argumentatif agar berkesan lebih kuat terhadap ajakan.
  2. Pendekatan berdasarkan ketakutan, yaitu menggunakan fenomena yang menakutkan bagi audience atau komunikate dengan tujuan mengajak mereka menuruti pesan yang diberikan komunikator. Misalnya, bila terjadi kejadian luar biasa (KLB) demam berdarah maka pemerintah dengan pendekatan ketakutan dapat mempersuasi masyarakat untuk mencegah DBD.
  3. Pendekatan berdasarkan humor, yaitu menggunakan humor atau fantasi yang bersifat lucu dengan tujuan memudahkan masyarakat mengingat pesan karena mempunyai efek emosi yang positif. Contoh, iklan-iklan yang menggunakan bintang comedian atau menggunakan humor yang melekat di hati masyarakat.
  4. Pendekatan berdasarkan diksi, yaitu menggunakan pilihan kata yang mudah diingat (memorable) oleh audience/ komunikate dengan tujuan membuat efek emosi positif atau negative. Misalnya, iklan rokok dengan diksi “nggak ada loe nggak rame…”.
Namun keempat pendekatan tersebut dapat dikombinasikan sesuai dengan tujuan persuasi dari komunikator. Misalnya pendekatan berdasarkan humor dikombinasikan dengan pendekatan berdasarkan diksi. Ataupun pendekatan berdasarkan ketakutan dikombinasikan dengan pendekatan berdasarkan bukti.

Berikut 10 cara mempengaruhi orang lain versi Top10 Indo:
     1. Minta orang tersebut melakukan sesuatu untuk anda
Jangan memintanya untuk melakukan hal-hal berat, cukup hal kecil yang bersifat personal saja.  Seperti yang dikatakan oleh Benjamin Franklin, "Mereka yang sudah pernah melakukan kebaikan untukmu akan lebih siap untuk menolongmu lagi di masa depan daripada mereka yang belum pernah membantumu."

Dengan meminta mereka melakukan sesuatu untuk anda, akan ada rasa percaya yang timbul di antara anda berdua.  Apalagi jika anda membalasnya dengan melakukan sesuatu untuk orang tersebut.  Ketika di masa depan anda meminta orang tersebut untuk menolong anda lagi (bahkan dengan permintaan yang lebih besar), pengalaman di masa lalu akan membuat orang tersebut berpikir bahwa anda adalah figur yang layak untuk ditolong.  Orang yang sudah pernah melakukan sesuatu juga akan lebih sulit menolak permintaan anda daripada mereka yang belum pernah melakukan sesuatu untuk anda sama sekali.

     2. Mintalah sesuatu yang lebih tinggi daripada yang anda inginkan/ butuhkan
Ini adalah permainan psikologis yang simpel.  Misalkan anda ingin meminjam uang dari seseorang sebesar 500 rupiah.  Ketika meminta, katakan "Bolehkah saya meminjam uang sebesar 1500 rupiah?".   Orang tersebut mungkin akan melakukan penolakan dengan berkata, "Wah, saya tidak bisa meminjamkan uang sebanyak itu."  atau "Wah, saya tidak punya uang sebanyak itu".  Jika anda yakin sebenarnya orang tersebut mampu memberi pinjaman, namun enggan melakukannya, anda bisa melanjutkan dengan mengatakan jurus berikut, "Baiklah, kalau begitu saya pinjam 500 rupiah saja."

Dengan jurus ini, kemungkinan besar permintaan anda akan dikabulkan.  Ini karena ada dua efek psikologis yang dialami orang tersebut.  Yang pertama adalah penurunan drastis dari jumlah yang anda minta, sehingga nilai yang anda minta seolah-olah terlihat lebih kecil.  Yang kedua adalah rasa tidak enak yang mungkin timbul dari dalam diri orang tersebut ketika menolak permintaan anda yang pertama kali, dan tidak enak untuk menolaknya lagi di permintaan kedua.

     3. Sebut namanya dalam percakapan
Nama adalah bagian yang penting dari eksistensi manusia, dan jika seseorang mendengar namanya disebut, ia akan lebih memperhatikan lawan bicaranya.  Efek lainnya, ia juga akan merasa dihargai dan hal ini membuatnya sedikit lebih mudah untuk menuruti permintaan anda.  Oleh karena itu, berusahalah untuk menyebut namanya ketika anda berdua sedang bercakap-cakap.

4.      Berikan pujian

Pujian bisa menjadi senjata yang ampuh untuk mempengaruhi orang lain sepanjang digunakan dengan tepat.  Berikanlah pujian yang tulus dan rasional, sesuai dengan kenyataan.  Jangan sampai anda memberikan pujian yang berbentuk kebohongan, yang justru bisa menyinggung lawan bicara anda.  Usahakan pula untuk memberikan pujian dalam kadar yang tepat.  Terlalu banyak memuji bisa membuat anda justru tampak sedang menjilat orang tersebut, dan akibatnya orang tersebut akan menjadi waspada dan menjaga jarak dari anda.  Intinya, pujian harus tulus dan sesuai dengan fakta yang ada,

5.       Tiru bahasa tubuhnya

Cobalah untuk meniru bahasa tubuhnya saat ia bercakap-cakap dengan anda.  Teknik ini disebut juga dengan mirroring.  Misalkan gerakan tangan, posisi duduk, dan istilah-istilah tertentu yang ia gunakan untuk menyebut sesuatu (misal  : ia lebih suka menyebut kata "telepon genggam" daripada "HP", maka gunakanlah juga kata "telepon genggam" dalam percakapan).  Studi menunjukkan  bahwa orang yang menghadapi orang lain dengan bahasa tubuh yang sama cenderung lebih terbuka, percaya, dan lebih mudah untuk menyetujui orang yang meniru bahasa tubuhnya.  Ingat, sekali lagi anda harus melakukannya secara natural.  Jika tidak, lawan bicara anda justru hanya merasa akan diolok-olok.

     6.  Manfaatkan kelelahan seseorang

Ajukan permintaan atau pernyataan ketika seseorang sedang dalam kondisi lelah fisik maupun mental.  Dalam keadaan ini, ketika anda mengajukan sesuatu untuk diminta, lawan bicara anda biasanya tidak akan langsung menjawab "ya" atau "tidak".  Kemungkinan besar mereka akan mengatakan "kita lihat saja besok pagi", atau "Ok, akan saya lakukan besok".  Hal ini disebabkan karena mereka sudah merasa cukup lelah dan saat ini tidak ingin mengambil suatu keputusan.  Keesokan harinya, kemungkinan besar mereka akan melakukan yang anda minta, karena ada kecenderungan (dan juga integritas serta rasa gengsi) untuk menepati apa yang sudah mereka katakan di hari sebelumnya.

      7.  Minta sesuatu yang tidak bisa ia tolak/ segan untuk menolaknya

Hampir sama seperti poin nomor 10, seseorang biasanya akan setuju melakukan apa yang anda inginkan jika ia sebelumnya sudah pernah membantu anda.  Manfaatkan kecenderungan hal ini dengan memintanya melakukan suatu hal kecil yang sangat mudah, misalkan membawakan anda barang titipan ketika ia sedang bepergian (barang tersebut dibayar dengan uang anda).  Untuk selanjutnya ketika ia bepergian, mintalah ia untuk membawakan oleh-oleh untuk anda, namun kali ini anda tak usah memberi uang; biarkan oleh-oleh itu dibeli dengan uangnya sendiri.  Kemungkinan besar teknik ini akan berhasil, dan dengan jeda yang tepat serta gaya bicara yang pas, anda bisa meningkatkan kadar permintaan anda pada orang tersebut.

8.   Diam.  Jangan koreksi ketika ia melakukan kesalahan
Mengoreksi kesalahan orang lain bisa memperkuat timbulnya rasa tidak setuju dan tidak percaya satu sama lain.  Oleh karena itu, jika ia mengatakan sesuatu yang salah atau tidak sesuai dengan opini anda, tetaplah diam.  Dengarkan, dan coba pahami masalah tersebut dari sudut pandang mereka.  Jika mereka meminta pendapat anda, cobalah cari poin-poin di mana anda berdua memiliki kesamaan, dan ungkapkan hal itu terlebih dahulu sebelum anda mengungkapkan ketidak setujuan anda.

    9Ulangi apa yang dia katakan

Hampir sama dengan teknik mirroring, mengulang apa yang ia katakan menunjukkan bahwa anda memperhatikan lawan bicara anda.  Ulangi apa yang ia katakan, akan lebih baik lagi apabila anda merangkainya dalam kalimat baru, sehingga orang tersebut yakin bahwa anda benar-benar paham terhadap apa yang dikatakannya.  Jika hal ini dilakukan dengan tepat, maka rasa percaya orang tersebut kepada anda akan makin kuat, dan kesempatan untuk mempengaruhinya dengan pendapat anda akan jauh lebih besar.

10.   Anggukkan kepala

Anggukkan kepala ketika mendengarkan ia berbicara.  Anggukan kepala yang dilakukan dengan tepat bisa memperkuat kesan "persetujuan" di antara anda berdua.  Ia akan merasa anda setuju terhadap yang ia katakan, dan ketika melihat anda menganggukkan kepala cukup sering, maka secara tidak sadar ia akan mulai menganggukkan kepala juga saat bercakap-cakap.  Lama-lama, hal ini akan menimbulkan sinkronisasi dan mirroring bahasa tubuh seperti yang sudah dijelaskan di atas.  Hasilnya, secara tidak sadar lawan bicara anda akan lebih percaya terhadap apa yang anda katakan.
Perlu diingat, teknik-teknik ini mungkin terkesan "kejam" atau terlalu memanfaatkan kelemahan orang lain.  Oleh karena itu, gunakanlah seperlunya saja dalam kondisi-kondisi penting di mana anda berada dalam situasi yang harus benar-benar dimenangkan.


    D. Wewenang
Merupakan dasar hukum untuk mengambil tindakan yang diperlukan agar tugas dan tanggung jawab dapat dilaksanakan dengan baik. Wewenang adalah hak atau otoritas untuk bertindak melakukan sesuatu kegiatan tertentu kearah pencapaian tujuan.
Wewenang dan kekuasaan terdapat hubungan keterkaitan dan sekaligus perbedaan diantaranya yaitu:
          Kekuasaan (power)
1.      “kapasitas” untuk mempengaruhi prilaku orang lain kearah pencapaian tujuan.
2.      Tidak selalu berhubungan dengan jabatan dalam organisasi
3.      Taktik untuk memperoleh kepatuhan
4.      Power merupakan dasar hukum atau kekuatan kepemimpinan.
Wewenang (Authority)
1.      “Hak” untuk bertindak, atau memrintah orang lain kearah pencapaian tujuan.
2.      Terdapat power dan responsibility untuk mencapai tujuan
3.      Selalu berhubungan dengan jabatan dalam organisasi
4.      Sejumlah power dan hak (right) yang didelegasikan pada suatu jabatan.
5.      Authority merupakan dasar hukum untuk melakukan tindakan.

BAB III
PENUTUP
    A. Kesimpulan
Perilaku yang akan menjadi kunci perubahan di masyarakat adalah sikap yang mampu melalui berbagai benturan dengan gemilang dengan adanya kepercayaan diri tanpa batas, dan tekad terus. Perubahan masyarakat akan berimplikasi terhadap perubahan individu, karena di dalamnya ada interaksi sebagai kontrol sosial yang dapat mendidik manusia. Perilaku merupakan respon individu terhadap suatu stimulus atau suatu tindakan yang dapat diamati dan mempunyai frekuensi spesifik, durasi dan tujuan baik disadari maupun tidak dan ada nya Keadaan yang buruk atau rusak merupakan persoalan yang sangat mempengaruhi masyarakat dalam segala aspek kehidupan sekaligus mengganggu segala bentuk aktivitas yang ada di masyarakat.
Menurut  Burgon & Huffner (2002) ada beberapa pendekatan itu antaranya :
1.)    Pendekatan berdasarkan bukti
2.)    Pendekatan berdasarkan ketakutan
3.)    Pendekatan berdasarkan humor
4.)    Pendekatan berdasarkan diksi
Pengertian wewenang adalah hak atau otoritas untuk bertindak melakukan sesuatu kegiatan tertentu kearah pencapaian tujuan.



DAFTAR PUSTAKA
Kurniawati,Endah.(2010).Pengaruh penggunaan telepon genggam terhadap prestasi belajar siswa kelas   VI sekolah dasar negeri Jombor 01 Bendosari Sukoharjo  tahun pelajaran 2010-2011.Proposal penelitian (tidak diterbitkan).Surakarta: Fakultas Pendidikan Agama Islam Yayasan Perguruan Tinggi Islam Surakarta.
Umar, Husein.(2003).Metode Riset Biisnis. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Putong.(2015), KEPEMIMPINAN: Kajian Teoritis dan Praktis Volume 1 dari Kepemimpinan Edisi 1. Jakarta: Buku&Artikel Karya Iskandar Putong.
www.top10indo.com/2013/05/10-cara-mempengaruhi-orang-lain.html

Tuesday, 6 October 2015

#Softskill Psikologi Manajemen : Komunikasi


Disusun Oleh
Kelompok Anggrek
1. Ahmad Dedy S (10513404)
2. Aprilia Lentera W (19513928)
3. Giptasari A.P (13513745)
4. Reynaldo Cesar (17513484)
5. Siti Aufa (18513527)
6. Vanya Anugrahayu I (17512549)

Kelas : 3PA02


BAB I
PENDAHULUAN
a.      Latar Belakang
Latar belakang dari pembuatan tugas ini adalah untuk mengetahui apa itu Komunikasi, apa saja bentuk-bentuk Komunikasi,  apa yang menyebabkan seseorang terkadang bisa menjadi miss-communication dalam berkomunikasi. setiap orang tentu pernah melakukannya, karena pada hakekatnya manusia adalah makhluk sosial yang selalu bergantung pada manusia lain.  Sehingga satu-satunya cara dan alat yang digunakan agar tetap bisa saling berhubungan adalah dengan berkomunikasi satu sama lain.  Baik itu melalui komunikasi sederhana maupun komunikasi yang canggih menggunakan Gadget seperti Smartphone.

b.      Rumusan Masalah
1.      Apa itu Komunikasi ?
2.      Dimensi Komunikasi ada apa saja ?

c.       Tujuan
1. Untuk mempelajari apa itu Komunikasi
2. Untuk mengetahui apa saja dimensi-dimensi dari Komunikasi



BAB II
PEMBAHASAN
1.      Apa Itu Komunikasi ?

-          Pengertian Komunikasi
Kata komunikasi berasal dari bahasa Latin communicatio yang berarti “pemberitahuan” atau “pertukaran pikiran”. Jadi secara garis besar dalam suatu proses komunikasi haruslah terdapat unsur-unsur kesamaan makna agar terjadi suatu pertukaran pikiran dan pengertian antara komunikator (penyebar pesan) dan komunikan (penerima pesan).
Proses komunikasi dapat diartikan sebagai “transfer informasi” atau pesan (message) dari pengirim pesan sebagai komunikator kepada penerima sebagai komunikan. Dalam proses komunikasi tersebut bertujuan untuk mencapai saling pengertian (mutual understanding) antara kedua pihak yang terlibat dalam proses komunikasi, komunikator mengirimkan pesan/informasi kepada komunikan sebagai sasaran komunikasi. Berikut adalah definisi komunikasi menurut para pakar :
       I.  Komunikasi adalah seni menyampaikan informasi, ide, dan sikap seseorang kepada orang   lain (Edwin Emery).
    II. Komunikasi adalah suatu proses interaksi yang mempunyai arti antara sesama manusia (Delton E, Mc Farland).
     III. Komunikasi adalah proses yang menggambarkan siapa mengaratakan apa dengan cara apa, kepada siapa denganefek apa (Laswell).

2.      Dimensi Komunikasi ada apa saja ?

-          Dimensi isi
Komunikasi mencakup dimensi isi. Komunikasi juga menyangkut hubungan diantara kedua pihak. Sebagai contoh, seorang atasan mungkin berkata kepada bawahannya “Datanglah keruangan saya setelah rapat ini”. Pesan sederhana ini mempunyai aspek isi (kandungan atau content) dan aspek hubungan (relational). Aspek isi mengacu pada tanggapan perilaku yang diharapkan yaitu, bawahan menemui atasan setelah rapat. 
Dimensi kebisingan
Noise atau kebisingan adalah segala sesuatu yang ada dilingkungan komunikasi yang dapat mengganggu kelancaran berlangsungnya penyampaian pesan tersebut. Gangguan tersebut bisa karena adanya alat-alat yang bersuara keras, lingkungan yang berisik, gangguan lain, atau karena kurangnya kondisi fisik atau psikologis penerima pesan. Gangguan ini muncul bila komunikasi bersifat lisan/verbal.
-               Dimensi Jaringan
Yang dimaksud dengan jaringan komunikasi adalah saluran yang digunakan untuk meneruskan pesan dari orang yang satu ke orang yang lain. jaringan ini dapat dilihat dari dua perspektif. Pertama, kelompok kecil sesuai dengan sumber daya yang dimilikinya akan mengembangkan pola komunikasi yang menggabungkan beberapa struktur jaringan komunikasi. jaringan komunikasi ini kemudian merupakan sistem komunikasi umum yang akan digunakan oleh kelompok dalam mengirimkan pesan dari satu orang ke orang lainnya. Kedua, jaringan komunikasi ini bisa dipandang sebagai struktur yang diformalkan yang diciptakan oleh organisasi sebagai sarana komunikasi organisasi.
-               Dimensi arah
a.      Komunikasi satu arah (one way communication)
Komunikasi satu arah merupakan komunikasi yang berlangsung dari satu pihak saja, yaitu hanya dari pihak komunikator dengan tidak memberi kesempatan kepada komunikan untuk memberikan respon atau tanggapan. Contohnya : Atasan sedang memberikan perintah kepada skretarisnya, sebuah baliho iklan produk yang sedang dibaca seseorang di pinggir jalan, dan komandan perang memberikan perhatian bagan komunikasi satu arah, berikut.
            Keuntungan komunikasi satu arah :
·        Lebih cepat dan efisien,
·        Dalam hal-hal tertentu dapat memberikan kepuasan kepada komunikator, karena pihak komunikan tidak mempunyai  kesempatan untuk memberikan respons atau tanggapan terhadap hal-hal yng disampaikan oleh komunikator,
·        Dapat membawa wibawa komunikator (pimpinan), karena komunikasi tidak dapat mengetahui secara langssng atau menilai kesalahan dan kelemahan komunikator.
Kelemahan komunikasi satu arah :
·        Tidak memberikan kepuasan kepada komunikan, karena komunikan tidak mempunyai kesempatan untuk memberikan respons atau tanggapan,
·        Memberikan kesan otoriter,
·        Dapat menimbulkan kesalah pahaman dan ketidak jelasan, sehingga muncul prasangka yang tidak baik.

b.      Komunikasi dua arah (two ways communication)
komunikasi dua arah merupakan komunikasi yang berlangsung antara dua pihak dan ada timbal balik baik dari komunikator maupun komunikan. Komunikasi dua arah dapat terjadi secara vertical, horizontal, dan diagonal.
1)      Komunikasi vertikal adalah komunikasi yang alirannya berlangsung dari atas ke bawah atau sebaliknya. Dalam suatu perusahaan, komunikasi vertikal yang terjadi adalah komunikasi yang berlangsung antara manajemen tingkat atas, menengah, hingga ketingkat karyawan. Contoh: Komunikasi berlangsung antara atasan dengan bawahannya di sebuah kantor.
2)      Komunikasi horizontal yang berlangsung antara komunikator dengan komunikan yang mempunyai tingkat, kedudukan, dan wewenang yang sama. Contohnya komunikasi antara karyawan yang satu dengan yang satu level.
3)      Komunikasi diagonal dalah komunikasi yang berlangsung antara komunikator dengan komunikan yang tingkat, kedudukan, serta wewenangnya berbeda. Contohnya: komunikasi antara kepala bagian dengan kepala seksi
Keuntungan dari komunikasi dua arah:
·         Adanya dialog antara komunikator dengan komunikan, sehingga menimbulkan kepuasan diantara kedua belah pihak.
·         Informasi yang diterima menjadi lebih jelas, lebih akurat dan lebih tepat, karena dapat diperoleh langsung penjelasanya.
·         Memunculkan rasa kekeluargaan, kekerabatan, dan iklim demokratis.
·         Menghindari kesalah pahaman
Kelemahan komunikasi dua arah
·         Informasi yang disampaikan lebih lambat, sehingga kurang    efisien.
·        Keputusan tidak dapat diambil dengan cepat
·        Memberikan kesempatan kepada komunikan untuk bersikap menyerang, sehingga suasana kerja bisa menjadi kurang kondusif
·         Memberi kemungkinan timbulnya berbagai macam masalah yang tidak ada relevansinya dengan masalah yang sebenarnya.

c.       Komunikasi ke segala arah
Komunikasi kesegala arah merupakan komunikasi yang berlangsung dari beberapa komunikator dan komunikan yang saling berinteraksi yang tingkat, kedudukan, serta wewenangnya berbeda-beda. Contohnya diskusi antar anggota rapat. Keuntungan dan kelemahan komunikasi kesegala arah hampir sama dengan komunikasi dua arah, yang membedakannya adalah dalam komunikasi dua arah, komunikator dan komunikannya hanya dua orang, tetapi dalam komunikasi ke segala arah, komunikator dan komunikanya lebih dari dua orang.

-           Vertical Communication (komunikasi tegak) merupakan pengiriman dan penerimaan pesan di antara level sebuah hirarki, ke bawah dan keatas. 
-          Horizontal Communication (komunikasi mendatar) merupakan pengiriman dan penerimaan pesan di antara individu dalam level yang sama dalam sebuah hirarki.

-          Komunikasi kebawah membawa informasi yang berhubungan dengan tugas pada seseorang yang melakukan tugas tersebut. Ia juga membawa informasi tentang kebijakan dan prosedur, serta bisa jadi digunakan untuk feedback yang bersifat motivasional pada karyawan. Komunikasi kebawah terjadi jika manajer atau penyelia mengirimkan pesan kepada satu orang bawahan atau lebih.
Manfaat dan tujuan mempelajari Komunikasi :
·        Agar penyampaian komunikasi dapat lebih efektif
·        Menciptakan pengertian dalam komunikasi
·        Mempengaruhi sikap secara lebih mudah
·        Mendapatkan tindakan dan melahirkan tindakan yang dikehendaki

  

BAB III
KESIMPULAN
Simpulan dari Kelompok kami tentang komunikasi adalah jika berkomunikasi dibutuhkan adanya hubungan antara dua orang atau lebih untuk dapat menerima atau menyampaikan pesan, Pembicaraan antara satu orang dengan yang lainnya, dalam komunikasi melalui telepon kita akan mendengan suara-suara kebisingan, pesan yang dismpaikan juga dapat bersifat langsung ataupun tidak langsung, pesan yang disampaikan tidak langsung dapat melalui jaringan dari orang ke orang atau melalui gadget canggih pada zaman sekarang ini.


DAFTAR PUSTAKA
Suprapto, Tommy. (2009). Pengantar Teori dan Manajemen Komunikasi
            Jakarta : MedPress
Supratiknya, A. (1995). Komunikasi Antar Pribadi, Tinjauan Psikologis.
Ismainar, Hetty. (2015). Manajemen Unit Kerja.
         Yogyakarta : Deepublish
Ruky, Achmad. S. (2002). Sukses sebagai Manajer Profesional tanpa Gelar MM atau MBA.
            Jakarta : Gramedia
Nawangsari, Sri. 1997. Komunikasi Bisnis. Jakarta: Gunadarma

Tahoen Koperasi. Jakarta: Balai Poestaka. Effendy, Onong Uchyana. 2006. Ilmu Komunikasi:Teori Dan Praktek. Bandung: P.T. Remaja Rosda Karya